Sunday, May 24, 2026

Sauerkraut

Jar-jar berisi sayuran warna-warni berjejer cantik memenuhi rak kayu. Itu khayalan saya, hahaha. Mengingat-ingat kehidupan Laura Ingalls Wilder yang ngepickle hasil taninya untuk stock di musim dingin.

Sejak Ramadhan lalu jadi hobi nyetok fermented veggies. Ini sih solusi banget buat ngawetin sayuran dalam keadaan mentah. Cucok buat herbivora macem sayah.


SAUERKRAUT

Original source: dr. Herlin Ramadhani 
Modified by me

Bahan:

1200 gram kol putih/ungu, sisakan satu lembaran kol utuh yang besar untuk menekan permukaan, sisanya iris sesuai selera
3 sdm garam alami
Air secukupnya

Cara Membuat:

  1. Tumbuk kol dan garam dengan penumbuk hingga memar dan mengeluarkan air.
  2. Masukkan ke dalam jar kaca sembari ditekan hingga padat.
  3. Tuang air secukupnya hingga kol terendam.
  4. Letakkan lembaran kol yang utuh di permukaan kol. Jika ada, tindih dengan jar kaca berukuran lebih kecil atau bisa menggunakan sendok sayur.
  5. Tutup rapat jar kaca, diamkan selama 3 hari.
  6. Saring, pisahkan bahan padat dan cairnya.

 
Beautiful purple veins

Catatan:

  • Kamu bisa tambahkan irisan jahe, daun bawang, geprekan bawang putih, atau herbs lain untuk flavor dan aroma. Bahkan ada resep yang pakai kismis dan parutan apel. Tapi yang saya tahu, gula dan sayuran menggunakan enzym dan sistem cerna yang berbeda, jadi sebaiknya hindari menambahkan bahan manis terlalu banyak. I tried once, ternyata gak nambah balance rasa secara significant. So for me, lebih baik gak nambahin bahan manis ke dalam sayuran.
  • Airnya, 1 sdm bisa dicampurkan madu dan diencerkan dengan air 200 ml. Ini enakkkk.
  • Air sauerkraut bisa digunakan untuk membuat Beet Kvaas, Coconut Yoghurt, Cashew Yoghurt, atau campuran rendaman fermentasi berikutnya.

Siapa yang tamat baca buku seri Laura Ingalls?

Happy fermenting!






No comments: